Kemenhub :10 Orang Dalam Pesawat Hilang Kontak di Maros
Kementerian Perhubungan memastikan jumlah orang di dalam pesawat yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebanyak 10 orang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyebut informasi itu berasal dari operator pesawat Indonesia Air Transport.
Data operator menunjukkan jumlah penumpang pesawat ATR 42-500 saat kejadian berjumlah 10 orang, bukan 11 orang seperti tercantum di manifest.
Nama Captain Sukardi tercatat di manifest, tetapi tidak ikut penerbangan. Kondisi itu membuat person on board hanya berjumlah 10 orang. “Confirm Capt. Sukardi tidak on board, sehingga POB hanya 10 orang. Sesuai informasi dari operator pesawat IAT,” ujar Lukman saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).
Jumlah tersebut terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.
Berikut daftar nama yang berada di dalam pesawat.
1. Capt. Andy Dahananto 2. Yudha Mahardika 3. Hariadi 4. Franky D Tanamal 5. Junaidi 6. Florencia Lolita 7. Esther Aprilita S 8. Deden, penumpang 9. Ferry, penumpang10. Yoga, penumpang
Pesawat ATR 42-500 terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu pagi. Pukul 04.23 UTC atau sekitar 11.23 WIB dan 12.23 Wita, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekati landasan pacu Bandara Makassar.
Proses pendekatan menunjukkan posisi pesawat berada di luar jalur seharusnya. Air Traffic Control kemudian memberi arahan ulang agar awak pesawat mengoreksi posisi.Instruksi lanjutan kembali disampaikan supaya pesawat masuk ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Kontak dengan awak pesawat terputus saat arahan terakhir diberikan.Air Traffic Control langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan.Pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. (bsnn)




