Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan temuan terbaru dari survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen.
Angka ini melampaui lembaga hukum lainnya seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polri.
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi Kejagung dalam menangani kasus-kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik.
Dalam rilis bertajuk “Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara”, Kejaksaan Agung mencatatkan akumulasi tingkat kepercayaan yang signifikan. Adapun angkanya mencapai 80%.
“Kepercayaan publik, sebanyak 74% responden menyatakan cukup percaya dan 6% menyatakan sangat percaya,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara virtual, Minggu (8/2).
Angka ini menempatkan Kejaksaan Agung di posisi teratas di antara lembaga hukum lainnya, unggul di atas Mahkamah Konstitusi (75,0%), Pengadilan (74,4%), KPK (71,8%), dan Polri (65,5%).
Capaian 80% ini menandai rekor tertinggi Kejaksaan dalam dua tahun terakhir. Jika membandingkan dengan tren sebelumnya, Kejaksaan terakhir kali menyentuh angka kepercayaan di level 80-an persen pada pertengahan tahun 2024, setelah sebelumnya sempat fluktuatif di angka 70-75% pada periode 2025.
Meningkatnya kepercayaan ini selaras dengan persepsi publik terhadap kondisi penegakan hukum secara umum. Data survei menunjukkan, sebanyak 38,6% publik menilai kondisi penegakan hukum saat ini dalam kondisi baik. Sebanyak 3,1% bahkan menilainya sangat baik.
Salah satu pendorong utama lonjakan kepercayaan ini adalah aksi nyata Kejaksaan Agung dalam menunjukkan transparansi hasil kerja mereka. Langkah Kejagung yang menunjukkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi senilai Rp 6,6 triliun kepada negara melalui Presiden mendapat dukungan masif.
“Mayoritas publik, yakni sebesar 70,7% (gabungan setuju dan sangat setuju), mengapresiasi langkah Kejaksaan yang menunjukkan tumpukan uang sitaan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata kepada masyarakat,” ujar Burhanuddin Muhtadi.
79,9 Persen Puas Kinerja Prabowo
Hasil survei yang dilakukan lembaga riset Indikator Politik Indonesia pada awal 2026, juga menunjukkan bahwa mayoritas publik menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa survei itu dilakukan terhadap 1.220 responden yang merupakan WNI minimal berumur 17 tahun dalam kurun 15-21 Januari 2026. Dari seribuan responden itu, sebanyak 79,9 persen puas atas kinerja Prabowo.
“Jadi secara umum tidak terlalu berbeda dengan approval rating Presiden Prabowo Januari 2025 dibanding Januari 2026,” kata Burhanuddin seperti dilansir Antara, Minggu (8/2).
Dia menjelaskan, sebanyak 13 persen responden menyatakan “sangat puas”, 66,9 persen responden menyatakan “puas”, sedangkan 17,1 persen responden menyatakan “kurang puas”, dan tidak 2,2 persen responden menyatakan “tidak puas sama sekali”. Adapun sisanya yakni 0,8 persen responden tidak tahu/tidak jawab.
Dia mengatakan bahwa persentase angka kepuasan atau “approval rating” yang didapat Prabowo itu cukup tinggi untuk ukuran seorang presiden. Bahkan, kata dia, angka itu lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di awal-awal pemerintahannya tahun 2004, dan Presiden Ke-7 Joko Widodo pada 2014 setelah memenangkan Pilpres.
“Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena tadi Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan dari Pak Prabowo sendiri tapi juga dari Pak Jokowi,” kata dia.
Menurut dia, hasil tingginya tingkat kepuasan terhadap Prabowo itu juga ditopang oleh pemilih Gen Z. Meskipun kelompok generasi tua juga menyatakan puas, tetapi basis pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 memang merupakan Gen Z
“Kemarin 71 persen pemilih Gen Z itu mengaku memilih Pak Prabowo menurut exit poll kita. Dan sepertinya tidak beranjak ya dari basis pemilih yang puas sama Pak Prabowo,” kata dia.
Dari angka itu, menurut dia, sebanyak 17,5 persen responden puas terhadap Prabowo karena memberantas korupsi. Sementara itu, 15,6 persen responden puas karena Prabowo sering memberi bantuan, 11 persen puas karena program kerjanya bagus, dan 10,5 persen puas karena menilai Prabowo sudah ada hasil kerjanya.
Kejaksaan Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya, Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan capaian ini hasil dari konsistensi Kejagung dalam menangani kasus korupsi besar.
Copy Link
Liputan6.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan temuan terbaru dari survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen.
Angka ini melampaui lembaga hukum lainnya seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polri.
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, memaparkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi Kejagung dalam menangani kasus-kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik.
Dalam rilis bertajuk “Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara”, Kejaksaan Agung mencatatkan akumulasi tingkat kepercayaan yang signifikan. Adapun angkanya mencapai 80%.
“Kepercayaan publik, sebanyak 74% responden menyatakan cukup percaya dan 6% menyatakan sangat percaya,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara virtual, Minggu (8/2).
Angka ini menempatkan Kejaksaan Agung di posisi teratas di antara lembaga hukum lainnya, unggul di atas Mahkamah Konstitusi (75,0%), Pengadilan (74,4%), KPK (71,8%), dan Polri (65,5%).
Capaian 80% ini menandai rekor tertinggi Kejaksaan dalam dua tahun terakhir. Jika membandingkan dengan tren sebelumnya, Kejaksaan terakhir kali menyentuh angka kepercayaan di level 80-an persen pada pertengahan tahun 2024, setelah sebelumnya sempat fluktuatif di angka 70-75% pada periode 2025.
Meningkatnya kepercayaan ini selaras dengan persepsi publik terhadap kondisi penegakan hukum secara umum. Data survei menunjukkan, sebanyak 38,6% publik menilai kondisi penegakan hukum saat ini dalam kondisi baik. Sebanyak 3,1% bahkan menilainya sangat baik.
Salah satu pendorong utama lonjakan kepercayaan ini adalah aksi nyata Kejaksaan Agung dalam menunjukkan transparansi hasil kerja mereka. Langkah Kejagung yang menunjukkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi senilai Rp 6,6 triliun kepada negara melalui Presiden mendapat dukungan masif.
“Mayoritas publik, yakni sebesar 70,7% (gabungan setuju dan sangat setuju), mengapresiasi langkah Kejaksaan yang menunjukkan tumpukan uang sitaan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata kepada masyarakat,” ujar Burhanuddin Muhtadi.
79,9 Persen Puas Kinerja Prabowo
Hasil survei yang dilakukan lembaga riset Indikator Politik Indonesia pada awal 2026, juga menunjukkan bahwa mayoritas publik menyatakan puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa survei itu dilakukan terhadap 1.220 responden yang merupakan WNI minimal berumur 17 tahun dalam kurun 15-21 Januari 2026. Dari seribuan responden itu, sebanyak 79,9 persen puas atas kinerja Prabowo.
“Jadi secara umum tidak terlalu berbeda dengan approval rating Presiden Prabowo Januari 2025 dibanding Januari 2026,” kata Burhanuddin seperti dilansir Antara, Minggu (8/2).
Dia menjelaskan, sebanyak 13 persen responden menyatakan “sangat puas”, 66,9 persen responden menyatakan “puas”, sedangkan 17,1 persen responden menyatakan “kurang puas”, dan tidak 2,2 persen responden menyatakan “tidak puas sama sekali”. Adapun sisanya yakni 0,8 persen responden tidak tahu/tidak jawab.
Dia mengatakan bahwa persentase angka kepuasan atau “approval rating” yang didapat Prabowo itu cukup tinggi untuk ukuran seorang presiden. Bahkan, kata dia, angka itu lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di awal-awal pemerintahannya tahun 2004, dan Presiden Ke-7 Joko Widodo pada 2014 setelah memenangkan Pilpres.
“Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena tadi Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan dari Pak Prabowo sendiri tapi juga dari Pak Jokowi,” kata dia.
Menurut dia, hasil tingginya tingkat kepuasan terhadap Prabowo itu juga ditopang oleh pemilih Gen Z. Meskipun kelompok generasi tua juga menyatakan puas, tetapi basis pemilih Prabowo pada Pilpres 2024 memang merupakan Gen Z
“Kemarin 71 persen pemilih Gen Z itu mengaku memilih Pak Prabowo menurut exit poll kita. Dan sepertinya tidak beranjak ya dari basis pemilih yang puas sama Pak Prabowo,” kata dia.
Dari angka itu, menurut dia, sebanyak 17,5 persen responden puas terhadap Prabowo karena memberantas korupsi. Sementara itu, 15,6 persen responden puas karena Prabowo sering memberi bantuan, 11 persen puas karena program kerjanya bagus, dan 10,5 persen puas karena menilai Prabowo sudah ada hasil kerjanya.
Survei dilakukan dengan metode wawancara secara langsung, dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen. (bsnn)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386096/original/014747300_1760954212-1.jpg)




