Bupati Kolaka H. Amri, S.STP.,M.Si, secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Kolaka, Konawe, Kolaka Timur, Bombana, dan Buton Tengah. Senin, (13/07)
Dalam sambutannya, Bupati Kolaka mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan KKN sebagai wadah belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat.
“Jaga nama baik almamater, junjung tinggi etika, bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat. Jadilah bagian dari solusi dengan menghadirkan inovasi dan karya nyata yang bermanfaat bagi daerah tempat saudara mengabdi.” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah.
Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan apresiasi kepada Universitas Sembilanbelas November Kolaka atas komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program KKN. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan terus terjalin untuk mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi bagi percepatan pembangunan daerah.
Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Dr. H. Nur Ihsan HL, M.Hum beserta seluruh jajaran sivitas akademika Universitas Sembilanbelas November Kolaka menjadi bentuk harmonisasi hubungan kerja perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka.
Pada kesempatan yang sama Prof Nur Ihsan menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Perguruan tinggi juga harus melahirkan lulusan yang memiliki kepekaan sosial melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Rektor USN Kolaka, menegaskan bahwa KKN merupakan salah satu implementasi paling nyata dari semangat Kampus Berdampak.
“Semua ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain itu, Rektor USN Kolaka mengajak seluruh mahasiswa mengubah cara pandang terhadap KKN. Ia mengingatkan bahwa KKN bukan sekadar mata kuliah atau syarat kelulusan, tetapi kesempatan yang mungkin tidak akan terulang untuk hidup bersama masyarakat, memahami persoalan bangsa secara langsung, serta belajar bahwa solusi terbaik lahir dari dialog dan gotong royong.
“Melalui pengabdianlah ilmu pengetahuan menemukan maknanya. Ilmu yang hanya berhenti di ruang kelas akan menjadi pengetahuan, tetapi ilmu yang hadir di tengah masyarakat akan berubah menjadi kemanfaatan,” pungkas Prof. Nur Ihsan (bsnn)