Menhan Sjafrie Bentuk Satgas Kuala untuk Pemulihan Pascabencana

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Satgas tersebut resmi dibentuk pada Kamis (1/1/2026).
Satgas Kuala akan difokuskan pada upaya penanganan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat tertimbun material tanah serta pemanfaatan aliran air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
“Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi,” ujar Sjafrie dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (2/1/2026).
Sjafrie menjelaskan, komposisi pertama Satgas Kuala bertugas melakukan pendalaman dan pengerukan kuala atau muara sungai yang dangkal. Sementara itu, komposisi kedua difokuskan pada pemanfaatan air di kawasan tersebut untuk kebutuhan masyarakat.
“Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih,” jelasnya.
Menhan menambahkan, sistem penjernihan air yang digunakan oleh Satgas Kuala bukan teknologi baru. Sistem ini sebelumnya telah digunakan di berbagai wilayah terdampak bencana dan terbukti efektif dalam menyediakan air bersih.
Teknologi tersebut menggunakan fiber reinforced plastic sebagai tabung filtrasi utama yang dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan. Setelah melalui tahap filtrasi awal, air akan diproses menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) untuk menyaring partikel sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro.
Sebagai tahap akhir, air hasil olahan akan disterilkan melalui penyinaran ultraviolet (UV) guna membunuh bakteri, virus, serta mikroorganisme berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi.
Sjafrie memastikan, Satgas Kuala akan segera beroperasi guna mendukung percepatan pemulihan, khususnya dalam penyediaan air bersih dan perbaikan fungsi sungai di wilayah terdampak bencana. (bsnn)




