Resmikan 41 SPPG NU, Gus Yahya: Penerima Manfaat Tak Sekadar Statistik
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meresmikan 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NU di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (21/2/2026).
Peresmian ini turut disertai penyerahan program makan bergizi gratis kepada para santri. Langkah tersebut menjadi bagian dari ekspansi jaringan layanan gizi NU yang kini telah menjangkau ratusan titik di berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 200 lebih SPPG NU yang beroperasi di berbagai wilayah dengan ratusan lainnya masih dalam proses pengembangan di sistem internal organisasi. PBNU menyebut mendukung upaya Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menargetkan pembentukan 1.000 SPPG di seluruh Indonesia.
“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi target 1.000 SPPG yang dulu kita canangkan bersama Kepala BGN Pak Dadan Hidayana benar-benar bisa tercapai,” katanya.
Sebanyak 41 SPPG yang diresmikan kali ini tidak hanya berasal dari NTB, tetapi juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sebelumnya, peresmian jaringan layanan gizi serupa telah dilakukan di Cirebon, Jember, dan Batang. NTB menjadi lokasi keempat dalam rangkaian peresmian tersebut.
Gus Yahya menekankan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam program makan bergizi gratis (MBG). Menurutnya, penerima manfaat program ini bukan sekadar angka statistik.
“Murid, santri, para penerima manfaat dari program MPG ini bukan sekadar statistik. Mereka itu anak-anak kita. Jadi kita jangan merelakan seorang pun di antara anak-anak kita ini mengalami sesuatu yang tidak diinginkan dalam menerima manfaat program ini,” ucapnya.
Ia meminta seluruh pengelola SPPG NU memastikan standar mutu makanan dijaga secara ketat karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Program SPPG NU dirancang sebagai kontribusi organisasi dalam mendukung agenda nasional penguatan ketahanan pangan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di NTB, keberadaan SPPG diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi para santri sekaligus memperkuat layanan sosial berbasis keumatan. Peresmian di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel ditandai dengan seremoni simbolis dan peninjauan langsung fasilitas penyediaan makanan bergizi seimbang. (bsnn)




