Merbak Isu Mendagri Tito Akan Diganti
Menyoroti isu pergantian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Direktur Eksekutif Center for Indonesian Governance and Development Policy Cusdiawan menduga ada beberapa hal yang menjadi alasan munculnya isu tersebut.
Pertama, menurutnya, dilatar belakangi oleh orang-orang di sekitar istana sebagai kelanjutan dari rangkaian peristiwa yang menunjukkan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Meski di satu sisi terkadang keduanya masih berupaya menunjukkan kedekatan dan menangkis tudingan keretakan, tapi pada sisi lain “natural-nya” seorang pemimpin politik jelas tidak menyukai ketika publik menilai kepemimpinannya masih ada bayang-bayang sosok lain. Dan sinyal ini saya kira dibaca oleh orang-orang sekeliling istana itu sendiri,” kata Cusdiawan, pekan lalu di Jakarta.

Kemungkinan keduanya, ia menduga isu tersebut muncul dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan Presiden Prabowo atas kinerja Mendagri Tito Karnavian.
“Terlebih lagi sebelumnya Pak Tito mendapat sorotan publik yang cukup tajam menyoal polemik Aceh-Sumut. Jadi kemungkinan Pak Prabowo semacam melakukan “cek ombak” dengan melempar isu tersebut karena ingin tahu bagaimana respon publik itu sendiri pada satu sisi, dan respon lingkaran Pak Jokowi pada sisi lain mengingat selama ini Pak Tito dianggap sebagai elite yang berada dalam lingkaran Pak Jokowi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah membantah isu Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri menggantikan posisi yang dijabat Tito Karnavian.
“Jangan bikin isu. Gimana, kan, enggak masuk itu, secara logika umum kan ya, agak kurang ketemu juga kan,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (bsnn)




