PolitikSosok & Tokoh

Mengenal Haerul Saleh Anggota BPK RI Asal Kolaka

Haerul Saleh pengusaha sekaligus politisi kelahiran 12 Agustus 1981 di Kolaka, Sulawesi Tenggara yang terpilih jadi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Ia terpilih bersama satu orang calon anggota BPK lainnya yakni Isma Yatun berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan dan perencanaan pembangunan.

Sebelum jadi anggota BPK RI Haerul Saleh yang kerap disapa Aco ini adalah  Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah pemilihan (Dapil) Sultra. Haerul Saleh lalu terpilih menjadi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) periode 2022-2027.

Berdasarkan penilaian Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara,Haerul Saleh merupakan pilihan terbaik Komisi XI DPR RI untuk menjadi anggota BPK RI periode 2022-2027. Ia mengungkapkan ada sejumlah alasan Komisi XI DPR RI menetapkan keduanya sebagai anggota BPK RI terpilih. Isma Yatun dinilai memiliki kinerja yang cukup baik selama bekerja di BPK.

“Pak Haerul Saleh yang merupakan Anggota Komisi XI ada periode kemarin, dan periode ini juga ada di Komisi XI. Sehingga teman-teman juga bisa melihat kinerja dan kompetisi yang dimiliki oleh Haerul Saleh,” jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat itu.

Perjalanan Haerul Saleh sebelum dilantik PAW mantan Bupati Konawe Selatan ini, sempat diberitakan miring di media karena  diduga Ia tersangkut masalah hukum. Meski begitu pada akhirnya Ia dilantik menggantikan Imran mantan Bupati Konawe Selatan karena meninggal dunia. Dia berhak menggantikan dengan mengantongi suara terbanyak kedua dengan 42.402 pemilih dalam Pemilihan Calon Anggota Legislatif dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mewakili Dapil Sulawesi Tenggara.

Ia juga pernah menjabat Anggota DPR RI pada periode sebelumnya 2014-2019 lalu. Ayah tiga anak ini, selain dikenal sebagai politisi juga dikenal sebagai pengusaha. Ia memimpin beberapa perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan pertambangan di Kolaka dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Perjalanannya di dunia usaha dan politik dimulai dengan menjadi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Kolaka dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan Pemuda Panca Marga, semua dimulai dari Kolaka.

Sebagai politisi ia terbilang berani bertarung dengan segala resikonya.Pada Pilgub Sulawesi Tenggara 2013. Haerul Saleh yang tercatat sebagai Komisaris PT Kolaka Inti Perkasa “nekat “maju menjadi Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara bersama dengan Calon Gubernur, Ridwan Bae, dari Partai Golkar. Meski akhirnya harus menelan pil kekalahan, tak membuat namanya terpuruk di kancah politik, justeru Aco kian populer dan terbukti ia terpilih menjadi anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara. (red-01)

Pendidikan :

Riwayat Organisasi

  • Wakil Ketua KNPI Kabupaten Kolaka (2003)
  • Bendahara KNPI Kabupaten Kolaka (2005)
  • Anggota Dewan Penasehat KADIN Sulawesi Tenggara (2008)
  • Dewan Penasehat Peradi Kabupaten Kolaka (2008)
  • Ketua Umum DPD Pemuda Panca Marga (2012)
  • Ketua Bidang Hukum DPD Gapeksindo Sulawesi Tenggara (2012)
  • Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri HIPMI Sulawesi Tenggara (2013)
  • Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia (2014–sekarang)
  • Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra (2015–2020)[3]
  • Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra (2020–sekarang)
  • Karir   :
  • Direktur Utama PT Kolaka Inti Karya
  • Direktur Utama Masalle Group
  • Direktur CV Bunga Coklat
  • Direktur Utama PT Laburino
  • Komisaris Utama PT Kolaka Inti Perkasa
  • Anggota DPR-RI(2014–2019)
  • Anggota BPK RI (2022-2027)

(diramu dari berbagi sumber)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button