Ampuh Kembali Berikan Data Dugaan Korupsi Oknum Anggota DPR RI Inisial BB dan Kepala Kantor BI Perwakilan Sultra.

Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar aksi demonstrasi jilid 3 di depan Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) pada Senin, 21 Agustus 2023.
Dalam aksinya, Ampuh membeberkan ikhwal dugaan korupsi oknum anggota DPR RI Dapil Sultra inisial BB bersama Kepala Kantor BI perwakilan Sulawesi Tenggara.
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan, bahwa oknum anggota DPR RI Dapil Sultra inisial BB diduga terlibat duet apik dengan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara dalam dugaan tindak pidana korupsi.
āJadi kebetulan BB ini anggota komisi XI DPR RI yang salah satu mitra kerjanya adalah Bank Indonesia, artinya tidak heran ketika duet antara BB dan BI Sultra ini bisa berjalan dengan mulusā. Katanya, Senin (21/08)

Bahkan saking mulusnya duet keduanya, sampai-sampai ribuan paket sembako yang di peruntukkan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara yang terdampak pandemi Covid-19 di gunakan untuk kepentingan kampanye politik BB.
āJadi pada saat BB menggunakan ribuan paket sembako untuk kampanye di beberapa daerah, disitu ikut serta perwakilan Bank Indonesia Sultra. Bahkan pihak Bank BI Sultra ikut mendukung kegiatan tersebutā Terangnya
Selain itu, lanjut Hendro, bahwa yang lebih ironis lagi adalah bantuan dana bagi pelaku UMKM yang telah bersusah payah membuat proposal bantuan bahkan telah menandatangani kuitansi pencairan. Namun dananya tidak sampai kepada mereka (pelaku UMKM) sampai sekarang.
āNah dananya ini dikemanakan, bagaimana bisa para pelaku UMKM sudah tanda tangan kuitandi pencairan tetapi dananya tidak di terima sampai sekarang. Itu harus bisa diusut tuntas oleh APH dalam hal ini Kejaksaan Agung RIā. tegasnya
Senada dengan itu, sekretaris jendral (sekjend) Ampuh Sultra, Rendi Tabara juga membeberkan fakta lain dalam hal ini dugaan korupsi bantuan dana yayasan fiktif yang juga diduga kuat melibatkan oknum anggota DPR RI Dapil Sultra inisial BB.
āJadi bukan hanya bantuan Covid-19 dan dana UMKM saja yang diduga di korupsi. Tetapi dugaan korupsi dana yayasan fiktif juga diduga kuat melibatkan BBā. tuturnya
Rendi sapaan akrabnya (red) menegaskan, bahwa kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum anggota DPR RI Dapil Sultra inisial BB dan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sultra tersebut harus bisa dituntaskan oleh Kejaksaan Agung RI.
āKami percaya bahwa Kejaksaan Agung RI juga mampu menuntaskan kasus dugaan korupsi oknum anggota DPR RI Dapil Sultra inisial BB bersama Kepala Kantor BI Sultra. Tidak semua kasus koruosi harus di tangani KPK baru bisa tuntasā. tegasnya
Terakhir, pihaknya juga mewarning, apabila kasus dugaan korupsi bantuan Covid-19, bantuan UMKM dan bantuan yayasan fiktif tidak mampu dituntaskan okeh Kejaksaan Agung RI. Maka secara kelembagaan Ampuh Sultra akan kembali membawa kasus tersebut ke KPK RI.
āKalau tidak mampu yah kita akan kembali bawa ke KPK, namun tentunya dengan keyakinan bahwa Kejaksaan Agung RI memang tidak mampu untuk mengungkap kasus korupsiā. tutupnya




