Buka Perdagangan 2026, Menkeu Purbaya Soroti Saham Gorengan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau langkah otoritas bursa dalam memberantas praktik manipulasi pasar atau saham gorengan di pasar modal Indonesia.
Purbaya menyatakan, keseriusan upaya pemberantasan saham gorengan perlu dibuktikan melalui langkah konkret dan berkelanjutan.
“Soal-soal saham gorengan dari bursa, sudah ada selanjutnya belum? Saya akan lihat, akan dilihat terus. Dia serius atau tidak,” ucap dia saat pembukaan perdagangan saham 2026 di BEI, Jakarta, Jumat (2/12/2025).
Terkait kemungkinan pemberian insentif kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026, Purbaya mengungkapkan hingga saat ini belum ada permintaan resmi yang diajukan kepada pemerintah.
“Mereka belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya, apa prestasinya? Berapa orang ditangkap?” ujarnya.
Menjelang berakhirnya masa jabatan direksi BEI, Purbaya juga menyoroti pentingnya kepemimpinan bursa yang memiliki komitmen kuat terhadap perlindungan investor dan penegakan aturan pasar modal.
“Dari investor itu yang paling penting dan yang paling penting mereka punya keinginan yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, menanggapi ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto pada pembukaan perdagangan BEI untuk kedua kalinya, Purbaya memastikan hal tersebut tidak mengurangi perhatian pemerintah terhadap perekonomian nasional.
“Presiden saat ini sedang di Aceh, menunjukkan presiden sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat. Maka masalah perekonomian lain pun akan diperhatikan oleh presiden agar pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat,” pungkasnya. (bsnn)




