Tadi Malam, Rumah Sri Mulyani Ikut Dijarah

Rumah pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kabarnya ikut dijarah orang-orang tak dikenal. Kabar itu telah ramai di media sosial itu, Informasi yang ditampilkan dalam postingan akun media sosial itu menggambarkan sejumlah orang menggasak barang-barang dari kediaman yang terletak di kawasan Bintaro. Penjarahan disebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.40 WIB.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Keuangan terkait kejadian yang dialami pimpinan tertingginya itu. Sejumlah orang dekat Sri Mulyani hanya mengonfirmasi turut mendengar kabar itu.
Beredarnya informasi penjarahan ini terjadi sebagaimana yang dialami para politikus di DPR.

Pertama ialah rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni di Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang digeruduk warga pada Sabtu (30/8/2025).
Aksi itu viral di media sosial setelah sejumlah warga terekam membawa patung Ironman, membawa jam tangan mewah, hingga merusak mobil di lokasi.
Dalam video yang beredar, terlihat warga berteriak-teriak di sekitar rumah dan memadati jalanan sekitar. Terlihat pula sejumlah kerusakan pada rumah Sahroni.
Lurah Kebon Bawang, Suratno Widodo, membenarkan peristiwa tersebut. “Saya di lokasi, benar (warga geruduk rumah Sahroni). Ini saya lagi crowded,” ujarnya, dikutip dari Detik.com.
Lalu, video dengan narasi rumah politikus PAN Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dijarah massa beredar di media sosial (medsos). Sejumlah barang dibawa massa dari rumah Eko di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel).
Kabar tersebut dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly. Dia mengatakan situasi sudah kondusif.
“Iya benar. Sudah (kondusif),” kata Kombes Nicolas saat dimintai konfirmasi Sabtu (30/8/2025).
Adapula rumah Anggota DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya. Ia bahkan langsung mengonfirmasi kabar rumahnya dijarah massa. Ia mengaku ikhlas atas apa yang terjadi.
“Iya, intinya aku ikhlas saja,” kata Uya Kuya saat dikonfirmasi terkait penjarahan rumahnya, Sabtu (30/8/2025).
Uya Kuya mengatakan kucing peliharaannya juga kena jarah. Namun dia kembali menegaskan ikhlas.
“Enggak apa-apa aku ikhlas, cuma kalau kalian lihat kerjaku selama ini seperti apa, cuma yang sedih kucing-kucing makhluk hidup juga dijarah, gitu saja,” ucap Uya Kuya. (bsnn)
PESAN REDAKSI :
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.