Berita Nasional

Orang Tua Korban Keberatan Anaknya di Bullying di SMAN 4 Kendari

Sahibu : Sekolah tidak bisa melindungi anaknya dari tindak kekerasan fisik

Kasus Bullying (perudungan) yang menimpa Fidela Erlitasari salah satu murid di SMA Negeri 4 Kendari, pada hari Selasa (3/2).Peristiwa ini menurut korban berawal dari pelaku merasa terganggu karena meras privasinya bocor ke teman-temannya. Sehigga pelaku bernama Lina ini tersulut emosi hingga melakukan pemukulan di ruang kelas yang sengaja pelaku tutup agar tidak diketahui guru-guru dan siswa di sekolah tersebut. Di dalam kelas yang tertutup itu sudah ada sejumlah teman-teman pelaku yang hanya menonton dan merekam saat terjadi pemukulan hingga korban tersungkur di lantai saat itu. Video rekaman kejadian itupun beredar luas di jagat maya, meski kepala sekolah bersama-guru di SMA Negeri 4 Kendari mencoba memerintahkan semua video yang ada agar dihapus dan tidak beredar di luar sekolah.

Fidela Erlita sari korban bullying yang dihubungi mengungkapkan kronologis kejadiannya lewat tulisan yang diteruskan ke redaksi,

“Jadi ini awal mulanya kak ini pelaku sempat dia ajak sy bicara waktu hari senin, tapi saya bilang saya ndabisa karena saya mau pulang karena pada saat itu asma ku kambuh kak, nah terus pas keesokan harinya di jam terakhir pelajaran mendekati waktu pulang sekolah ini pelaku dia ajak saya bicara di luar kelas katanya mau “BICARA BAIK BAIK”. Saya keluarmi kak setelah di luar bicaralah saya sama dia itu memang sudah terbawa emosi antara saya dengan dia” ungkapnya dalam tulisannya.

Kemudian, Fidela melanjutkan “Memang mungkin ini awalnya salah saya karena dia keberatan dengan privasinya, jadi masalah privasi ini lagi kak, ini akun ignya Lina tertaut di ipadku kak, itu diluar pengetahuanku karena saya jarang memang pegang itu ipad kak dan tiba-tiba masuk notif saya juga salah karena saya pencet karena itu juga kak demi Allah saya pikir itu akun igku, tapi salahku disitu karna sa liat isinya itu dm dia sedang ceritai temanku jadi niat ku saya sampaikan ke temanku kalau dia diceritai, tanpa disadari mungkin ini temanku yang saya kasitau ternyata dia bocorkan lagi, jadi ini pelaku dia merasa keberatan karena saya melanggar privasinya” urainya.

Disitu, kata fidela melanjutkan ceritnya dirinya sudah meminta maaf beberapa kali tapi dia masih tersulut emosi.”Saya mengerti juga kak tapi dalam kondisi seperti itu saya pikir mungkin beberapa orang di kelas bisa melerai jika melihat kondisi yang sudah tidak kondusif seperti itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tapi posisinya disitu belum ada tindakannnya mereka untuk melerai, malah mereka teriaki saya dengan kata kata “munafik ” mereka teriak juga “huu” dan tidak sedikit juga yang cuma ikut nonton sama tertawa, dan banyak juga yang merekam kondisi itu, sebelum kejadian itu mereka tutup pintu dengan alasan nanti ada orang lain yang masuk,setelah adegan pertengkaran saya dengan pelaku, barulah ada tindakannya beberapa teman yang angkat bicara bilang “jangan main tangan” padahal awalnya mereka cuma merekam dan beberapa cuma ketawa dan meneriaki saya” jelasnya dalam chating wa nya yang diterima redaksi klik beritasulawesi co.id, Rabu (4/2).

Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kendari, Liyu

Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kendari, Liyu yang dikonfirmasi pada hari Jumat (7/2) atas kejadian di sekolahnya , membalas wa  jurnalis beritasulawesi.co.id dengan kalimat : “Harap dipertimbangkan beritanya.Ini sangat sensitif jangan sampai hanya diambil sepihak menjadi merugikan banyak pihak.Termasuk siswa-siswa yang sekolah di SMAN 4.Tolong dipertimbangkan dengan baik dan meminta dikonfirmasi ” tulis Liyu seperti yang dikirim via whatsappnya.

Selain itu, kepala sekolah menyampaikan bahwa  masalah ini telah diselesaikan di sekolah bersama orang yang mengaku diminta orang tua korban untuk datang untuk mencari informasi terkait kasus yang menimpa fidela itu. Pihaknya sekolah juga sudah menerima konfirmasi dari orang tua korban akan bertemu di sekolah hari Senin (9/2). Ketika jurnalis menyampaikan informasi dari orang tua korban bahwa anaknya sudah berulang kali dibullying sampai pemukulan dari teman-temannya pelaku.

Liyu, hanya menyampaikan, “Nanti besok kita konfirmasi biar jelas betul.Orang tua Fidela sudah siap datang”katanya dalam chat whatsappnya kepada redaksi klik beritasulawesi.co.id Minggu (8/2). Saat jurnalis meminta nomor orang tua pelaku kepala sekolah tidak memberikan untuk keperluan konfirmasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara Aris Badara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara Aris Badara.  yang menjadi ujung tombak peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara, saat diminta tanggapannya via whatsappnya atas kasus bullying di SMA Negeri 4 Kendari ini ” kami sdh slsikan  Pak  dg KS nya” tulis aris badara. sembari melanjutkan “hub pak Ks nya dl sy mau boarding” katanya.

Kendati demikian Sahibu (53) orang tua korban yang anaknya mendapat perudungan di SMA Negeri 4 Kendari menyesalkan kejadian tersebut dan meminta kepala sekolah dan guru-guru yang bertugas di saat tejadi peristiwa yang menimpa anaknya itu agar bertanggungjawab menyelesaikan sekaligus memberikan sanksi yang tegas.”Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu di sekolah” ujar Sahibu pada hari Sabtu (7/2) saat ditemui di kediamannya di Anawoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.

Sahibu mengungkapkan bahwa dari laporan dan video yang dilihat itu membuatnya sakit sekali rasanya diperlakukan seperti itu, “Seharusnya sekolah bisa menjadi tempat yang aman dan anak saya bisa terlindungi dari tindakan kekerasan di sekolah.Ini yang saya tidak terima lalu dengan gampangnya pihak sekolah menyatakan persoalan ini dianggap selesai dengan adanya surat pernyataan dari pelaku” kata Sahibu  dengan nada getir, air matanya meleleh dipipinya.

Dengan beredarnya video kasus bullying di SMAN Kendari yang menimpa salah satu muridnya itu, Kasra Munara salah satu tokoh dan pemerhati dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara menyampaikan tanggapannya kepada jurnalis klik beritasulawesi.co.id. “Saya sangat prihatin mendapat info tentang anaknya Pak Sahibu menjadi korban perudungan.Pihak sekolah seharusnya aktif dalam mencegah bullying dan harus tegas dalam menangani kasus bullying secara bermartabat” ungkap Kasra yang dikutip di video tiktok RDM Broadcast hari ini. (bsnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button